Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mamuju

Bentuk kegiatan Pengabmas Jurusan Gizi meliputi Penyuluhan dan Pelatihan pembuatan MP-ASI Lokal, dilanjutkan Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) bekerjasama dengan BKKBN dengan sasaran kader dan ibu hamil, adapun kegiatan ini berlangsung di Lapangan Dusun Kabuloang.

Ketika memasuki usia 6 bulan, saatnya bayi dikenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). MPASI adalah makanan yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil. Nah, kebutuhan gizi bayi yang terpenuhi akan mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal.

MPASI harus diberikan pada bayi karena seiring dengan bertambahnya usia bayi, maka kebutuhan gizinya juga akan semakin meningkat. Jika pada usia 0-6 bulan ASI saja mampu mencukupi kebutuhan gizi bayi, namun pada usia diatas 6 bulan ASI menyediakan ½ kebutuhan gizi bayi.

Sedangkan pada usia 12-24 bulan ASI hanya mampu menyediakan 1/3 kebutuhan gizi bayi. Maka dari itu MP-ASI diberikan untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi sesuai dengan pertambahan usia bayi.

Agar MP-ASI mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi maka pemberian MPASI harus diperhatikan dengan memilih bahan Makanan yang Tepat untuk MPASI.

Menurut Kementerian Kesehatan RI dalam Pedoman Gizi Seimbang terkait pemberian MPASI, MPASI harus mengandung zat gizi mikro yang cukup untuk menggantikan berkurangnya zat gizi tersebut pada ASI.

Pemberian MPASI juga akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan organ bayi yang sesuai. Pemberian MPASI yang tepat, baik dari segi jenis dan tekstur MPASI, akan membuat organ tubuh bayi, misalnya pencernaan, mulut dan gigi, menjadi terlatih sesuai dengan perkembangan usia bayi.

Hal ini tentu akan memberi manfaat bagi bayi karena jika pencernaan bayi perkembangnnya baik maka bayi tidak rentan mengalami penyakit. Tidak hanya itu kebiasaan secara fisik seperti mengunyah, menelan atau mengigit juga akan membuat bayi terlatih untuk makan sesuai dengan perkembangan usianya.